Semoga ketika membaca surat ini engkau dalam keadaan tersenyum, yang menandakan engkau dalam keadaan sehat dan dilindungi oleh Allah..
Saudaraku...
mungkin pundak yang tidak lebih dari satu meter ini terus-menerus diemban amanah yang bahkan gunung pun menolak,
mungkin sampai mengorbankan beberapa aspek dalam kehidupan Antum, baik dari segi akademik, jasad, harta dll
Tapi yakinlah selama apa yang kita itu benar dan ittiba' Rasul In Syaa Allah pengorbanan Antum akan Allah ganti.
Saudaraku...
Kita sebagai Khalifah maupun Pemimpin,
yang katanya sebagai pusat poros pergerakan di Muka Bumi,
yang katanya sebagai garda terdepan suksesi amanah ini,
yang katanya berperan sebagai Pendidik yang mengayomi Muridnya di setiap anamah,
harusnya sadar akan pentingnya "takhorul lailatul qodr",
"lailatur qodr itu adalah sumsumnya dari bulan Ramadhan."
(Ustadz Pitoyo, 2015)
Saudaraku...
Mari sama-sama kita ramaikan Masjid -Masjid yang sekiranya nyaman untuk i'tikaf,
Penuhi malam terakhir ini dengan semangat ibadah Antum,
sertakan do'a di sepertiga malam yang akhir agar Allah memudahkan kita disetiap amanah ini.
Saudaraku, manfaatkan beberapa malam yang singkat ini, sebelum akhirnya air mata mengalir kecewa ditinggal bulan penuh berkah ini.
Kami tidak lebih pintar dari Antum
Kami tidak lebih paham dari Antum
ahukum
#RamadhanYangKuRindukan
Jakarta, 13 Juli 2015
Referensi : Daud, 2015
Editor : Hendy Santoso
