Instagram

Jumat, 08 Mei 2015

Wisata Hati Ke KEMENDIKBUD

Jakarta – Ratusan mahasiswa Se-Jabodetabek dan Banten yang tergabung dalam BEM Se-Jabodetabek dan Banten (BSJB) gaungkan aksi simpatik, pada Jumat (8/5). Sekitar 120 mahasiswa se-Jabodetabek dan Banten, sampaikan keresahan masyarakat atas daruratnya kondisi Pendidikan ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
(KEMENDIKBUD).

Salah satu tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia muda. Pendidikan hendaknya menghasilkan pribadi-pribadi yang lebih manusiawi, berguna dan berpengaruh positif bagi masyarakat.
ujar Perwakilan Mahasiswa BEM UNJ, dalam orasinya.
Aksi simpatik mahasiswa se Jabodetabek dan Banten ini menuntut 5 hal:
  1. Menegaskan Kurikulum Nasional.
  2. Peninjauan kembali pelaksanaan UN sesuai dengan konstitusi (UU Sisdiknas pasal 58 ayat 1 dan 2).
  3. Mensejahterahkan guru terutama guru daerah.
  4. Menghentikan liberalisasi pendidikan
  5. Reformasi pendidikan moral bangsa.
Saat masa aksi menyuarakan pendapatnya di depan kemendikbud, presma (presiden mahasiswa) dan ketua BEM dari perwakilan masing-masing universitas melakukan lobi-lobi politik ke dalam kantor kemendikbud. Awalnya, usaha audiensi yang dilakukan oleh presma dan ketua bem tersebut tidak mendapat sambutan yang baik dari pihak kementerian. Namun, usaha yang tidak pernah dan desakan-desakan dari mahasiswa akhirnya membuahkan hasil. Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa mendapatkan respon dari pihak KEMENDIKBUD yang menyatakan bahwa “Beliau menjamin dalam waktu kurang dari beberapa minggu akan diadakan audiensi dengan Menteri Anies Baswedan”.Diujung aksi orasi ilmiah dari presma dan ketua bem dari masing-masing universitas membuat semangat masa aksi kembali menggelora. Tak lupa pernyataan sikap dari BEM BSJB yang disampaikan oleh Ronny Setiawan selaku Koorwil BEM BSJB mengakhiri aksi masa sore itu. Aksi berakhir pada pukul 18.00 dan diakhiri dengan sholat maghrib bersama, evaluasi dan sesi foto.

Hidup Pendidikan Indonesia!

#LeadingtheChange
#PKMUNJ2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar