Instagram

Jumat, 15 Januari 2016

Keresahan di Lingkaran Kebaikan


Berawal dari dering WhatsApp tepat jam 10.18 WIB, aku melirik HP terlihat ada pesan dari seseorang yang sudah menjadi sahabat, guru dan orang tua bagi diriku. Sudah banyak curhatan yang aku ceritakan kepadanya namun beliau selalu memberikan solusi dan jalan keluar setiap cuhatan-curhatan dari diriku. Seseorang yang mampu merubah saya dari kebodohan menuju kecerdasan, dari keterpurukan menuju kesejahteraan, dari kegelapan menuju terang benderang.

Isi pesan beliau seperti ini :
"Assalamu'alaykum Ikhwah. Gimana kabar Antum semua? kapan mulai KKN(Kuliah Kerja Nyata) ? kalau malam ini kita melingkar gimana ?"

Indahnya isi pesan tersebut, dengan memulai salam dan dilanjutkan dengan menanyakan kabar. Sungguh hangat bunyi pesan tersebut. Seandainya engkau tau, kami tidak pernah menanyakan kabar beliau, namun beliau selalu menanyakan kabar kami. Indahnya ukhuwah ini.

Spontan saya menjawab ''okay"

Namun lingkaran itu tidak akan berlangsung tanpa ada rekan-rekan saya yang lain. Karena kami dibutakan dunia sehingga lingkaran malam ini ditunda hingga KKN selesai.
Tanggapan guru kami luar biasa, ''khair, dioptimalkan buat KKN aja akhi". Jawaban yang membuat kami luluh, begitu baiknya guru kami.

Hingga pukul 21.05 saya terlintas dengan makanan yang sudah saya persiapkan sejak sebulan yang lalu. Lalu aku buka obrolan di Grup chat tersebut.
"kurma dan kacang arab masih bisa dimakan ndak kalo sudah 2 bulan?"

mereka menjawab : "kalo masih enak mah makan aja, kalo laper mah makan aja."
Saya khawatir mereka tidak menangkap kode yang saya maksud dalam kata "2 bulan"
FYI = kami sudah tidak melingkar 1 bulan, yg seharusnya setiap pekan kami melingkar.
dan tahukah anda mereka KKN itu 1 bulan sehingga ketika dijumlahkan bisa 2 bulan kita tidak akan melingkar bahkan bisa lebih karen mereka kelelahan saat pasca KKN. 

akhirnya saya pun menulis pesan.
"udah satu bulan kita ka melingkar, jujur ane masih nyisihin oleh-oleh dari ibu ane buat kita, ane udah tahan buat ga dimakan"

tapi tahukah anda kurma dan kacang arab itu harus saya simpan 1 bulan lagi hingga mereka pulang dari KKN, entah apa jadinya makanan itu, berharap makanan itu masih dapat bertahan hingga sebulan kedepan, shingga ketika saya sajikan masih terlihat enak untuk dimakan.

saya pun menulis pesan kembali : "sebenernya ane cuma mau nanya, kapan kita melikar lagi?''
karena tubuh ini sudah meminta hak nya untuk diisi. Entahlah mungkin hanya saya saja yang merasakan ini semua.

apakah kita ga ada waktu untuk melingkar ?, masih teringat dahulu ada yang berpesan kalau melingkar lebih diutamakan, bahkan ketika kita dalam kondisi apapun kita diwajibkan untuk menghadiri lingkaran tersebut. tapi kenyataannya sekarang tidak seperti itu.

mana lingkaran kita yang dulu ?
sudah sebulan saya tidak melingkar, butuh asupan ruhiyah. 
Ketika orang berkata, sholat hen, ngaji hen, dzikir hen. tapi ibadah itu semua beda dengan melingkar.
entahlah itu hanya pikiranku saya atau saya yg terlalu berlebihan dalam bermimpi untuk lingkaran ini.

entah ini salahku yang tidak bisa meluangkan waktu karena aku terlalu disibukan dengan urusan dunia, sehingga ketika guru kami meluangkan untuk kami melingkar, kami sibuk mencari alasan yang tidak jelas untuk tidak hadir ke dalam lingkaran itu atau berusaha untuk terlambat hadir ke lingkaran itu

ingat ibaratkan pertemuan itu sebuah peperangan, ketika kita datang terlambat kita hanya memunguti saudara kita yang sudah berprang dari awal. entahlah mungkin itu pikiran burukku terhadap saudara-saudaraku. maaf kalau saya banyak salah, karena saya manusia lemah yang ingin menjadi kuat.

ahukum hendy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar