Absorbansi Hati
Minggu, 14 Februari 2016
Jumat, 15 Januari 2016
Keresahan di Lingkaran Kebaikan

Isi pesan beliau seperti ini :
"Assalamu'alaykum Ikhwah. Gimana kabar Antum semua? kapan mulai KKN(Kuliah Kerja Nyata) ? kalau malam ini kita melingkar gimana ?"
Indahnya isi pesan tersebut, dengan memulai salam dan dilanjutkan dengan menanyakan kabar. Sungguh hangat bunyi pesan tersebut. Seandainya engkau tau, kami tidak pernah menanyakan kabar beliau, namun beliau selalu menanyakan kabar kami. Indahnya ukhuwah ini.
Spontan saya menjawab ''okay"
Namun lingkaran itu tidak akan berlangsung tanpa ada rekan-rekan saya yang lain. Karena kami dibutakan dunia sehingga lingkaran malam ini ditunda hingga KKN selesai.
Tanggapan guru kami luar biasa, ''khair, dioptimalkan buat KKN aja akhi". Jawaban yang membuat kami luluh, begitu baiknya guru kami.
Hingga pukul 21.05 saya terlintas dengan makanan yang sudah saya persiapkan sejak sebulan yang lalu. Lalu aku buka obrolan di Grup chat tersebut.
"kurma dan kacang arab masih bisa dimakan ndak kalo sudah 2 bulan?"
mereka menjawab : "kalo masih enak mah makan aja, kalo laper mah makan aja."
Saya khawatir mereka tidak menangkap kode yang saya maksud dalam kata "2 bulan"
FYI = kami sudah tidak melingkar 1 bulan, yg seharusnya setiap pekan kami melingkar.
dan tahukah anda mereka KKN itu 1 bulan sehingga ketika dijumlahkan bisa 2 bulan kita tidak akan melingkar bahkan bisa lebih karen mereka kelelahan saat pasca KKN.
akhirnya saya pun menulis pesan.
"udah satu bulan kita ka melingkar, jujur ane masih nyisihin oleh-oleh dari ibu ane buat kita, ane udah tahan buat ga dimakan"
tapi tahukah anda kurma dan kacang arab itu harus saya simpan 1 bulan lagi hingga mereka pulang dari KKN, entah apa jadinya makanan itu, berharap makanan itu masih dapat bertahan hingga sebulan kedepan, shingga ketika saya sajikan masih terlihat enak untuk dimakan.
saya pun menulis pesan kembali : "sebenernya ane cuma mau nanya, kapan kita melikar lagi?''
karena tubuh ini sudah meminta hak nya untuk diisi. Entahlah mungkin hanya saya saja yang merasakan ini semua.
apakah kita ga ada waktu untuk melingkar ?, masih teringat dahulu ada yang berpesan kalau melingkar lebih diutamakan, bahkan ketika kita dalam kondisi apapun kita diwajibkan untuk menghadiri lingkaran tersebut. tapi kenyataannya sekarang tidak seperti itu.
mana lingkaran kita yang dulu ?
sudah sebulan saya tidak melingkar, butuh asupan ruhiyah.
Ketika orang berkata, sholat hen, ngaji hen, dzikir hen. tapi ibadah itu semua beda dengan melingkar.
entahlah itu hanya pikiranku saya atau saya yg terlalu berlebihan dalam bermimpi untuk lingkaran ini.
entah ini salahku yang tidak bisa meluangkan waktu karena aku terlalu disibukan dengan urusan dunia, sehingga ketika guru kami meluangkan untuk kami melingkar, kami sibuk mencari alasan yang tidak jelas untuk tidak hadir ke dalam lingkaran itu atau berusaha untuk terlambat hadir ke lingkaran itu
ingat ibaratkan pertemuan itu sebuah peperangan, ketika kita datang terlambat kita hanya memunguti saudara kita yang sudah berprang dari awal. entahlah mungkin itu pikiran burukku terhadap saudara-saudaraku. maaf kalau saya banyak salah, karena saya manusia lemah yang ingin menjadi kuat.
ahukum hendy
Senin, 12 Oktober 2015
My Diary
Ninja
Hatori
(Mendaki Bukit; Lewati Lembah)
%2B(2).png)
Hendy
Santoso
“Dan sesungguhnya kami benar-benar akan
menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar
diantara kalian” (Muhammad : 31)
“Karena sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan, dan Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan” (Al Insyirah : 5-6)
Cerita
singkatnya dimulai dari selasa pagi 21 Januari 2014 kami kumpul di kampus kami
tercinta UNJ, tepatnya di BEM FMIPA. Pagi itu kami diguyur hujan gerimis, dan
dibalik hujan keberkahanpun tiba datanglah mobil ka Rahmat Fadrikal, Avanza
hitam yang akan menghantar kami ke kampung Cibuyutan. Namun, tantanganpun
datang mobil tidak cukup untuk kami bersepuluh. Akhirnya ketua SC si bang Rizal
pibonaci berinisiatif untuk menggunakan sepeda motor dengan saya. Kami
berangkat dari UNJ pukul 10 pagi.
Sekitar
8 orang duduk berdesakan. Bersyukur bahwa pagi itu hujan tidak terlalu deras
setelah sehari sebelumnya beberapa kota di Jakarta dikepung banjir. Setelah
kurang lebih dua jam menaiki kendaraan sepeda motor, sampailah kami di terminal
Cileungsi. Saya dan ka Rizal menunggu mobil yang terjebak macet. Ditengah kami
menunggu akhirnya kami bertemu ka Ikhsan (Fisika). Pemandu kami di Kampung
Cibuyutan.
30
menit kami menunggu mobilpun tiba. Pas adzan berkumandang kami pun melaksanakan
shalat dzuhur yang di jamak dengan Ashar. Karena menurut penuturan ka Ikhsan
perjalanan kami masih jauh. Tanpa melupakan ibadah perut kami pun seiring
mengikuti kebutuhan siang itu. Kami makan siang di pelataran Masjid dan selesai
makan kami melanjutkan perjalanan kami.
Setelah
kurang lebih 3 jam menaiki kendaraan sampailah kami di Desa Sukarasa, Bogor.
Kami diturunkan dari kendaraan di sebuah warung yang disana Pak Mista selaku
Guru di MI Miftahussholah sudah menunggu untuk menghantarkan kami ke Kampung
diatas bukit. Disini kami beristirahat mengumpulkan tenaga untuk perjalanan
yang sesungguhnya.
Singkat
cerita keringat dari pejuang pendidikan di Pedalaman Cibuyutan, membuat ku
menjadi yang terbaik untuk anak negri. Hanya mampu menarik nafas panjang sambil
menadah ke langit. Sore itu, ketika langit cerah dengan sedikit gerimis kecil
(seperti video klip lagu di Tipi. hehe). Menuju perjalanan ke Kampung Cibuyutan
dengan menjadi inspirasiku melukiskan kisah ini dibenakku.
Perjalanan
sesungguhnya dimulai!
Kaki
yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya...
Tangan
yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya...
Mata
yang akan menatap lebih lama dari biasanya...
Leher
yang akan lebih sering melihat keatas...
Lapisan
tekad yang seribu kali lebih keras dari lapisan baja...
Dan
hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...
Serta
mulut yang akan terus berdo’a... (5 cm)
Kami
harus berjalan kaki sekitar lima kilometer dengan barang bawaan yang sangat
berat serta harus melewati berbatu nan berlumpur dikarenakan hujan. Mendaki
bukit dan melewati lembah. Saya membawa sebuah carrier 80 L. Namun, ditengah
perjalanan saya merasa tidak pantas dimana saya hanya membawa carrier sedangkan
saudara saya membawa jinjingan terlebih wanita yang membawanya. (walaupun
sering orang menyebut dia wanita strong) Akhirnya saya membawa kantung kresek
putih berisi buku dan souvenir untuk mengajar esok hari. Carrier yang aku bawa
dipunggungku nampaknya tidak terlalu menghambat perjalanan yang ditempuh dengan
berjalan kaki itu. Walaupun kita sering beristirahat karena kelelahan. Tapi
barang jinjingan yang aku bawa menjadi merepotkan, semua laki-laki tangguh itu
adalah saya(kimia), Ka Rizal(Biologi), Ka Ikhsan(Fisika), Ka Adi(Fisika), dan
Ka Affif(Kimia), serta wanita-wanita tangguh lainnya yang membantu adalah Ka
Visya(Matematika), Ka Kalika(Biologi), Ka Nilam(Kimia), dan Ka Fatiya(Fisika).
Rekan-rekan yang Subhanallah... J
Selama
perjalanan, kami melewati sawah, jalanan yang rusak parah dan berlumpur, sampai
sungai dan batu-batu besar dikanan kirinya. Tak terhitung sudah berapa kali
kami terjerembab lumpur hingga terjatuh. Ditambah barang-barang bawaan yang
beratnya subhanallah, keseimbangan kami sering kali goyah. Peluh keringat yang
bercucuran sudah tak lagi kami hiraukan, juga pegalnya kaki untuk melangkah
tidak kami rasakan. Hingga ka Fatiya merasakan pusing akibat terpaan hujan yang
tak kunjung reda. P3K(Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) pun kami siapkan
untuk situasi tak terduga seperti saat ini. Kami pun beristirahat hingga kak
Fatiya terlihat baikan. Sebenarnya bisa saja kak Fatiya naik bukit diantar
menggunakan motor cros. Namun, sekali lagi kak Fatiya menunjukan ke
tangguhannya, Kak Fatiya tetap melanjutkan tanpa diantar motor cros karena
mereka wanita tangguh.
Entah
mengapa, dalam situasi melelahkan itu masih saja ada lelucon konyol. Saling
memberi samangat dan humor-humor segar, atau sekedar tingkah laku yang aneh
dari salah satu diantara kami. Sungguh mengharukan..
Ketika
perjalanan menembus pesawahan berlumpur itu, jarang sekali ada rumah- rumah
warga yang dapat kami gunakan untuk beristirahat. Yang ada malah kandang sapi
dan kerbau, yang membuat udara disekitar terasa mencium parfum kelas dunia
(kayak iklan yak). Para warga disini, orang-orang yang notabene sama sekali
belum megenal kami, tapi senyum dan sapa tak pernah luput dari pandangan kami
selama perjalanan. Tuluuuussss :’’)
Setelah
menempuh perjalanan yang amat sangat melelahkan selama hampir 3 jam, sampailah
kami di kampung Cibuyutan. Kami singgah di Saung Pak Mista yang akan kami
jadikan salah satu tempat tinggal. Kebetulan saya dan laki-lakinya, tinggal di
Saung ini. Dan wanitanya di Saung Saudara Pak Mista. Kedua orang tua luar biasa
yang menyambut kami dengan penuh cinta dan pelayanan terbaik.
Hujan
menunjukan kembali keberkahannya. Disaat hujan turun istri pak Mista menadahkan
baskom dan ember itu pun terisi air hujan dengan sendirinya. Dan bertepatan
dengan kedatangan kami disana baskom dan ember terisi penuh dengan air hujan.
Bisa dibayangkan berjalan diatas tanah yang becek membuat sepatu/alas kaki kami
berlumpur dan penuh tanah. Kami membersihakannya dengan air hujan sehingga kami
bisa masuk ke saung dengan keadaan bersih. Jadi, ndak perlu repot-repot jalan
jauh untuk membasuh kaki yang berlumuran lumpur.
Kami
pun disambut denngan hidangan makanan. Kami makan nasi dengan lauk ikan asin.
Menurut pemaparan kaka tingkat kami, ikan asin merupakan makanan yang termasuk
mewah dikampung ini. Bisa dibayangakan dan bandingkan dengan kita yang hidup di
Jakarta. Disini kami sangat bersyukur dengan makan nasi yang lebih baik dan
lauk yang bisa dikatakan baik. Karena masih banyak diluar sana yang masih kekurangan
dari pada kita. Dan satu lagi yang membuat haru saya tersentuh. Untuk minum
kami harus merebus terlebih dahulu. Tukang sayur pun datang hanya seminggu
sekali. Seperti itulah keadaan mereka disana kawan.
Makan
sudaaah, sekarang mau ngomongin listriknya dulu yaah..
Alhamdulillah
15 hari sebelum kami singgah di kampung Cibuyutan listrik sudah ada, “sekarang
teh sudah ada panel surya, jadi terang dan bisa nonton tipi” begitu celoteh
warga sana dengan logat sundanya. Lalu
saya bertanya kembali “lalu bagaimana sebelumnya yang tidak ada listrik?’’
katanya sih ada disel dengan bahan bakar solar dan ketika solar habis yaudah
deh gelap-gelapan lagi. Udah cukup ya flashbacknya. ‘’Ternyata masih ada
kampung seperti ini’’ dalam benakku. Namun, kuota litrik tidak banyak yang
diberikan panel surya.(udeh kaya paket internetan aje pake kuota segala). Jadi,
ketika 1 lampu, TV 14’ menyala, dan 2 charger HP tiba-tiba mati karena ndak
kuat. Jadi ndak bisa charger HP deh..... Akhirnya HP pun di irit-irit pemakaiannya
untuk 3 hari kedepan.
Didalam
benakku terlintas, ‘’Lalu bagaimana ya dengan anak-anak di sekolah yang akan
kami ajar besok ? tak sabar rasanya ingin degera bertemu mereka.’’ J
dan malam itu kami tertidur dengan sangat nyenyak mungkin karena efek kecapekan
saat mendaki. Namun, sebelumnya kami dirikan shalat maghrib yang dijamak dengan
isya. Tak lupa SSJ (Sehari Satu Juz) pun saya dapat selesaikan.
Dahulu
saya sering bertanya-tanya ketika saya naik gunung. Sebenarnya ada ndak sih
yang naik gunung atau bukit menggunakan rok??? Setelah saya bertanya kepada
ornag yang sering naik gunung ternyata dia bilang tidak ada. Disitu hati saya
gelisah, karena kebanyakan orang yang sudah terbiasa menggunakan rok ketika
naik gunung melepaskan roknya dan mengganti dengan celana training. Lalu kemana
pakaian syar’i kalian wahai ukhti??? (yah keceplosan deh ‘afwan ya
#agakkeseldikit). Namun, pertanyaan itu sirna ketika saya melihat wanita
mendaki bukit dengan roknya. Alhamdulillah,,, Kesimpulannya, Jadi, mendaki
gunung bukan dijadikan alasan untuk tidak berpakaian syar’i.
Sahabatku,
perjalanan masih panjang tuk kita menelusuri negeri ini, yang penuh sejuta
impian dan masih terpendam seribu potensi dari tatapan mata bocah lugu sudut
negeri. Hanya layang-layang yang mampu manantang angin yang mampu berkibar
tinggi diangkasa. Jika kita tidak mampu menjadi pelita yang menerangi malam,
maka jadilah kunang-kunang yang menghiasi malam.
Semoga
sedikit kesungguhan untuk berjuang mendapat ridho ALLAH. Dan bagi kami yang
mendapat kesempatan baik ditempat pangabdian, untuk dapat memanfaatkan rasa
syukur kepada ALLAH yang selalu menguji hambanya dan memberi jalan keluar,
disetiap permasalahan.
“sesungguhnya Allah mencintai
orang-orang yang tidak menonjolkan diri, taqwa, & shalih.
Apabila tidak hadir, mereka tak
dicari-cari
Apabila hadir mereka tak dikenali
Mereka bagaikan lentera-lentera
petunjuk Yang mampu menerangi setiap kegelapan”
(HR.
Al Mundziri dalam At Targhib wat Tarhib, Hasan)
Cibuyutan,
21 Januari 2014 Pukul : 22.37 WIB
Biodata
Penulis
Nama : Hendy Santoso
Nama
Panggilan : Hendy/Hensa
Alamat : Jl. Tanah Tinggi XII
No.15 RT04/12 Jakarta Pusat
TTL : Tegal, 23 Juli 1994
Riwayat
Pendidikan :
SDN
Pagiyanten III
SMPN
2 Adiwerna, Tegal
SMAN
27 Jakarta
FB
: Hendy
Santoso
Twitter : @hendykimia
No.
Hp : 0857 821 921 89
Pekerjaan
: Pendidik dan
wirausaha
Pesan
: Kita jangan hanya jadi PENONTON, tetapi kita harus jadi
PEMAIN dalam hidup ini.
Motto
:
Teruslah
BERGERAK membuat jejak-jejak KEBAIKAN,
karena
ELEKTRON takkan pernah lelah dan berhenti ‘tuk mengorbit inti ATOM.
Senin, 31 Agustus 2015
Surat dari Lampu Tidur
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaykum Warohmatullah ...
Maaf ya masih ganggu lagi.
Semoga apa yang saya di Line dibaca. ~maaf ya saya lupa, mohon diingatkan kembali~ (red : yang mana ya ?) Gak ngerti harus ngomong apa lagi ?! ~kalo ga ngerti mending diam~ Karena :
Dulu kenal baik-baik, qlo skrg hrs putus silaturahim pun harus baik-baik. ~bukankah kita tidak diizikan untuk memutus tali silaturahmi? Astaghfirullah... #sambilgelenggelengkepala.
nih penjelasannya..
Maaf qlo merasa dikepoin. -buka kepo tapi tabayyun- Maaf qlo saya udh berbuat Riya. (Masih proses jadi lebih baik). ~Semoga dimudahkan, aamiin~
Page 3
Assalamu'alaykum Warohmatullah ...
Maaf ya masih ganggu lagi.
Semoga apa yang saya di Line dibaca. ~maaf ya saya lupa, mohon diingatkan kembali~ (red : yang mana ya ?) Gak ngerti harus ngomong apa lagi ?! ~kalo ga ngerti mending diam~ Karena :
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”
# Simpen ya lampunya qlo emg saya hrs jauhin... ~In Syaa Allah disimpan. Namun maaf karena kurang hati-hati menyimpannya, jadi ada beberapa bagian yang lecet-lecet~ (tidak harus menjahui, karena sesama muslim itu bersaudara)(Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya kaum mukminin itu adalah bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Dulu kenal baik-baik, qlo skrg hrs putus silaturahim pun harus baik-baik. ~bukankah kita tidak diizikan untuk memutus tali silaturahmi? Astaghfirullah... #sambilgelenggelengkepala.
nih penjelasannya..
![]() |
| kalau aku sih mau masuk surga |
Saya jg bingung sebenernya. ~kalo bingung pegangan~ Apa yang jelas dan ternag2an dibilang Riya. Apa yang disembunyikan diprasangkain buruk. #no coment
![]() |
| PROSES |
Maafkan Gue yg gak bener. Sehingga membuat lo berpaling ke yang lain. #no coment #comentviagambar
tetapkan hati ini Yaa Allah
page 2
Hati ini msh lemah ....
Tapi ... Lemahnya hati bkn berarti
tak dpt bertindak tegas.
Terserah .... mau menilai apa tentang diriku.
Sebuah prinsip atau pendiriankah ... ?
Air mengalir sampai jauh, dari hulu hingga ke hilir.
Dan arus derasnya tertuju di mura 'tuk terhenti pd tenang titik temu...
___ll___ll___ll___ll___ll___ll___ll___ll___ll___ll___ll___ll___ll___ll___ll___ll___
Dia mungkin skrg sdh mnjd orang baik, yg menegerti Agama lbh dalam. (Aamiin).
~Alhamdulillah dengan mentoring, memang betul. Mentoring bukan segalanya tapi segalanya berawal dari mentoring~ #masyaAllah
Tapi saya yakin, semua ada prosesnya ....
Saya jg yakin, Dia pun dulu pernah jadi orang yg labil, yg sgala sesuatunya ter-update. (Maaf...)
~berharap ini bukan menunjukan aib saudaranya, tapi sebagai bahan refleksi diri untuk menjadi yang lebih baik~ #menundukan kepala dan intropeksi diri
| Naruto Juga Mentoring |
Thanks A lot for you're MOTIVATION ^_^
You're Welcome
Page 3
RAMADHAN
Is Coming Soon...

Maafkan dan ikhlaskan sgala kesalahan...
Semoga Allah Ta'ala menakdirkan Kita bertemu bulan mulia....
Aku ingin menyongsong bulan itu dengan suasana hati yang baru.
"Tak ada seorangpun diantara kamu yg sanggup menyambut hilal Ramadhan sementara di dlm hatinya ada setitik perasaan dengki terhadap saudaranya yang muslim."
(Ibnu Mas'ud)
Kini telah ku maafkan semua tentangmu....
Maka maafkanlah aku....
Bila engkau tak mau mengungkapkan maaf itu, lewat rangkaian huruf.
Simpanlah maaf itu dihatimu.
Biarlah ia tertulis disisi Allah....
page 4
SUSKSES Buat 2015-nya
Sukses buat Kuliahnya,
Cita2nya, dn Semuanya.
Ma'an najah Kullukun ..... !!!
(Sukses tuk Semuanya .... !!)
Wassalamu'alaykum Warohmatullah ...
#TH
Sikap DIA
Dia tu qlo ngomong nyakitin.... !
kadang suka bertanya2 itu ke gue doang apa kesemuanya ?
____________________________________________________________________
Sebenernya saya jg punya bnyk uneg2 trkait sikap dan sifat dia yang seperti ini, seperti itu dan sebagainya. Tapi kadang suka mikir. qlo gue ngomong. Apa yg akan terjadi ?
Bicara baik2 aja suka ditanggepin sinis.
~saran saya : anda bicara baik-baik aja ke orangnya, daripada dipendem dan buat sakit hari~
ahukum
Hendy Santoso
Minggu, 12 Juli 2015
Secercah Surat Untuk Saudaraku
Semoga ketika membaca surat ini engkau dalam keadaan tersenyum, yang menandakan engkau dalam keadaan sehat dan dilindungi oleh Allah..
Saudaraku...
mungkin pundak yang tidak lebih dari satu meter ini terus-menerus diemban amanah yang bahkan gunung pun menolak,
mungkin sampai mengorbankan beberapa aspek dalam kehidupan Antum, baik dari segi akademik, jasad, harta dll
Tapi yakinlah selama apa yang kita itu benar dan ittiba' Rasul In Syaa Allah pengorbanan Antum akan Allah ganti.
Saudaraku...
Kita sebagai Khalifah maupun Pemimpin,
yang katanya sebagai pusat poros pergerakan di Muka Bumi,
yang katanya sebagai garda terdepan suksesi amanah ini,
yang katanya berperan sebagai Pendidik yang mengayomi Muridnya di setiap anamah,
harusnya sadar akan pentingnya "takhorul lailatul qodr",
"lailatur qodr itu adalah sumsumnya dari bulan Ramadhan."
(Ustadz Pitoyo, 2015)
Saudaraku...
Mari sama-sama kita ramaikan Masjid -Masjid yang sekiranya nyaman untuk i'tikaf,
Penuhi malam terakhir ini dengan semangat ibadah Antum,
sertakan do'a di sepertiga malam yang akhir agar Allah memudahkan kita disetiap amanah ini.
Saudaraku, manfaatkan beberapa malam yang singkat ini, sebelum akhirnya air mata mengalir kecewa ditinggal bulan penuh berkah ini.
Kami tidak lebih pintar dari Antum
Kami tidak lebih paham dari Antum
ahukum
#RamadhanYangKuRindukan
Jakarta, 13 Juli 2015
Referensi : Daud, 2015
Editor : Hendy Santoso
Minggu, 17 Mei 2015
PKMU 3 Indahnya Hidup dengan Berbagi
JAKARTA, HS – Puluhan mahasiswa UNJ melakukan pengabdian masyarakat pada Sabtu (16/5). Sekitar 80 mahasiswa UNJ, yang telah menganalisis kebutuhan di kampung sawah melakukan musyawarah di hari sabtu ( 9/5 ) yang menghasilkan beberapa targetan – targetan untuk perubahan yang baik di Kampung Sawah, diantaranya pembangunan aul, perbaikan MC, perbaikan mushola, mendidik anak kampung sawah, membuat taman baca serta melakukan penghijauan. Beberapa targetan tersebut harus dapat dicapai dalam jangka waktu seminggu.

Sabtu, 16/5, beberapa targetan yang diusulkan mahasiswa alhamdulillah tercapai. Penutupan PKMU ketiga dilakukan mulai pukul 09.00 wib dan diawali dengan do’a. Penampilan pentas seni oleh anak – anak kampung sawah mewarnai kegiatan ini. Sebelumnya anak – anak ini di latih oleh mahasiswa perempuannya. Bapak dan Ibu sangat antusias untuk melihat anak – anaknya dalam pentas seni. Tarian – tarian tradisional yang dibawakan oleh anak – anak.

cerianya anak-anak yang membuat kami rindu
Tepat pukul 16.00 wib, kegiatan peresmian aula dilaksanakan. Ini merupakan kegiatan PKMU 3 dan kita sebagai mahasiswa menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyakarat. Kami pun kuliah juga menggunakan uang rakyat. Mohon maaf jika kami menyusahkan warga kampung sini, kata aji sebagai ketua pelaksana PKMU. Tidak lupa juga sambutan dari ketua Bem UNJ yaitu Ronny Setiawan. Kegiatan PKMU tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnyadiadakan diluar kota, tetapi kita sepakati untuk mengabdi di kota jakarta dulu karena masih adayang membutuhkan kita, ujar Ronny. Betapa bahagianya memiliki adik – adik mahasiswa yang masih peduli dengan kondisi daerah ini, kita sebagai warga sini tidak bisa memberikan apa – apa selain ucapan terima kasih dan hidangan – hidangan yang kita sediakan meskipun dana hidangan ini berasal dari mahasiswa juga, kata pak RT 01.Pada pukul 16.15 wib, wakil rektor bidangIIIyaitu pak sofyan hadir dan beliau menyampaikan sepatah kata dan meresmikan aula yang telah dibangun oleh mahasiswa dan warga sekitar. Kegiatan PKMU ini merupakan kegiatan lanjutan yang sebelumnya ada di kerawang. Ini merupakan kegiatan yang baik dan mahasiswa memberikan aksi nyatanya untuk membangun bangsa dan negara. acara saya akhiri dengan mendongeng kisah inspiratif di aula dengan anak-aank kampung sawah.
Hidup Pendidikan Indonesia!
#LeadingtheChange
#PKMUNJ2015
Jumat, 08 Mei 2015
Wisata Hati Ke KEMENDIKBUD
Jakarta
– Ratusan mahasiswa Se-Jabodetabek dan Banten yang tergabung dalam BEM
Se-Jabodetabek dan Banten (BSJB) gaungkan aksi simpatik, pada Jumat
(8/5). Sekitar 120 mahasiswa se-Jabodetabek dan Banten, sampaikan
keresahan masyarakat atas daruratnya kondisi Pendidikan ke Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan
(KEMENDIKBUD).

#LeadingtheChange
(KEMENDIKBUD).

“Salah satu tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia muda. Pendidikan hendaknya menghasilkan pribadi-pribadi yang lebih manusiawi, berguna dan berpengaruh positif bagi masyarakat.”
ujar Perwakilan Mahasiswa BEM UNJ, dalam orasinya.Aksi simpatik mahasiswa se Jabodetabek dan Banten ini menuntut 5 hal:
- Menegaskan Kurikulum Nasional.
- Peninjauan kembali pelaksanaan UN sesuai dengan konstitusi (UU Sisdiknas pasal 58 ayat 1 dan 2).
- Mensejahterahkan guru terutama guru daerah.
- Menghentikan liberalisasi pendidikan
- Reformasi pendidikan moral bangsa.
Hidup Pendidikan Indonesia!
#LeadingtheChange
#PKMUNJ2015
Langganan:
Komentar (Atom)




